Sabtu, 14 Mei 2011

HUBUNGAN DIALEKTOLOGI DAN SOSIOLINGUISTIK

  1. Pengertian Dialektologi
Pada dasarnya dialektologi merupakan ilmu tentang dialek; atau cabang dari linguistik yang mengaji perbedaan-perbedaan isolek dengan memerlakukan perbedaan tersebut secara utuh (Mahsun, 1995: 11). Istilah isolek dalam pengertian ini digunakan sebagai istilah netral untuk perbedaan dialek atau bahasa, seperti yang disarankan oleh Hudson (dalam Mahsun, 1995: 11). Dialektologi adalah cabang linguistik yang memelajari variasi-variasi bahasa dengan memerlakukannya sebagai struktur yang utuh (Kridalaksana, 2001: 42).
Dialektologi ingin memelajari serta membanding-bandingkan bahasa-bahasa yang masih serumpun untuk mencari titik persamaan dan titik-titik perbedaannya. Dialektologi disebut pula variasi bahasa berdasarkan geografi, tetapi hendaknya kita ingat bahwa dialektologi tidak sama dengan studi tentang dialek (Pateda, 1988: 51).
Dialektologi sebenarnya merupakan salah satu cabang dari Linguistik Historis. Keduanya cenderung menelaah masalah kesejarahan ragam-ragam bahasa (Poedjosoedarmo dalam Laksono, 2009: 1). Secara umum, dialektologi bisa dinamakan sebagai sebuah kajian tentang dialek-dialek suatu bahasa. Sedangkan definisi secara luas, penelitian tentang dialektologi berupaya untuk menjelaskan tentang perbedaan pola-pola linguistic, baik yang dilakukan secara diatopis yang mencakup variasi geografis maupun yang dilakukan secara sintopis, yang melibatkan factor-faktor social (Poedjosoedarmo dalam Laksono, 2009: 2).

  1. Pengertian Sosiolinguistik
Sosiolinguistik merupakan disiplin ilmu antara sosiologi dan linguistik, dua bidang ilmu empiris yang memunyai kaitan yang erat. Sebagai objek dalam sosiolinguistik, bahasa tidak dilihat atau didekati sebagai bahasa, sebagaimana dilakukan dalam Linguistik Umum, melainkan dilihat atau didekati sebagai sarana interaksi atau komunikasi di dalam masyarakat manusia.
Setiap kegiatan masyarakat manusia dimulai dari upacara pemberian nama bayi yang baru lahir sampai upacara pemakaman jenazah tertentu tidak akan terlepas dari penggunaan bahasa. Oleh karena itu, bagaimanapun rumusan mengenai sosiolinguistik yang diberikan para pakar tidak akan terlepas dari persoalan hubungan bahasa dengan kegiatan-kegiatan atau aspek-aspek kemasyarakatan.
Sosiolinguistik adalah ilmu yang memelajari ciri dan berbagai variasi serta bahasa, hubungan diantara para bahasawan dengan cirri fungsi variasi bahasa itu di dalam suatu masyarakat bahasa (Kridalaksana dalam Chaer dan Agustina, 2004: 3). Sosiolinguistik adalah kajian tentang cirri khas variasi bahasa, fungsi-fungsi variasi bahasa, dan pemakaian bahasa karena ketiga unsure ini saling berinteraksi, berubah, dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat (Fishman dalam Chaer dan Agustina, 2004: 3).
Menurut Rene Appel, Gerad Hubert, dan Greus Meijer (dalam Chaer dan Agustina, 2004: 4) sosiolinguistik adalah kajian mengenai bahasa dan pemakainya dalam konteks social dan kebudayaan. Sosiolinguistik adalah subdisiplin ilmu bahasa yang memelajari factor-faktor social yang berperan dalam penggunaan bahasa dan pergaulan social (Booij, Kersten, dan Verkuyl dalam Chaer dan Agustina, 2004: 4).
Sosiolinguistik adalah pengembangan sub bidang linguistic yang memfokuskan penelitian pada variasi ujaran serta mengajinya dalam suatu konteks social. Sosiolinguistik meneliti korelasi antara factor-faktor social itu dengan variasi bahasa (Hicerson dalam Chaer dan Agustina, 2004: 4). Studi Interdisipliner yang menggarap masalah-masalah kebahasaan dalam hubungannya dengan masalah-masalah social dikenal dengan sebutan sosiolinguistik (Suwito, 1983: 4).
Sosiolinguistik merupakan cabang linguistik yang mengaji hubungan antara bahasa dan masyarakat penuturnya. Ilmu ini merupakan kajian kontekstual terhadap variasi penggunaan bahasa masyarakat dalam sebuah komunikasi yang alami. Variasi dalam kajian ini merupakan masalah pokok yang dipengaruhi atau memengaruhi perbedaan aspek sosiokultural dalam masyarakat.
Sosiolinguistik adalah variasi bahasa yang dipengaruhi oleh budaya. Dalam hal ini bahasa berhubungan erat dengan masyarakat suatu wilayah sebagai subyek atau pelaku sebagai alat komunikasi dan interaksi antara kelompok yang satu dengan yang lain.
Selain empat varian yang telah disebutkan tadi, ada Bahasa Baku atau Bahasa standar adalah ragam bahasa yang diterima untuk dipakai dalam situasi resmi, seperti dalam perundang-undangan, surat-menyurat, dan rapat resmi. Bahasa baku terutama digunakan sebagai bahasa persatuan dalam masyarakat bahasa yang mempunyai banyak bahasa. Bahasa baku umumnya ditegakkan melalui kamus(ejaan dan kosakata), tata bahasa, pelafalan, lembaga bahasa, status hukum, serta penggunaan di masyarakat(pemerintah, sekolah,dll). Bahasa baku tidak dapat dipakai untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk komunikasi resmi, wacana teknis, pembicaraan di depan umum, dan pembicaraan dengan orang yang dihormati.
Dari definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah cabang ilmu linguistic yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sosiologi, dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dengan factor-faktor social di dalam suatu masyarakat tutur.

  1. Perbedaan dan Persamaan Dialektologi dan Sosiolinguistik
Secara ringkas dan terperinci bisa dilihat, perbedaan antara dialektologi dengan sosiolinguitik antaralain sebagai berikut:
No
Berdasarkan
Dialektologi
Sosiolinguistik
1.
Objek kajian
Memelajari perbedaan unsur-unsur kebahasaan yang terdapat dalam satu bahasa yang disebabkan faktor geografis (Mahsun, 1995: 18)
Memelajari perbedaan unsur-unsur kebahasaan yang disebabkan oleh faktor social (Mahsun, 1995: 18)
2.
Sifatnya
Diatopis (Laksono, 2009: 1-2)
Sintopis (Laksono, 2009: 2)
Secara ringkas dan terperinci bisa dilihat, persamaan antara dialektologi dengan sosiolinguitik antaralain sebagai berikut:
No.
Dialektologi dan Sosiolinguistik
1.
Sama-sama cabang dari ilmu linguistik (Mahsun, 1995: 18)
2.
Sama-sama membahas perbedaan unsur-unsur kebahasaan (Mahsun, 1995: 18)
3.
Terjadinya interseksi antara kedua bidang itu (Laksono, 2009: 3)

  1. Hubungan Dialektologi dan Sosiolinguistik
Dialektologi dan sosiolinguistik merupakan sama-sama cabang ilmu linguistik yang memelajari tentang perbedaan unsur-unsur kebahasaan yang terdapat dalam satu bahasa. Perbedaan antara kedua disiplin ilmu linguistik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut, kalau dialektologi memelajari perbedaan unsur-unsur kebahasaan yang terdapat dalam satu bahasa yang disebabkan oleh faktor geografis, sedangkan kalau sosiolinguistik memelajari perbedaan unsur-unsur kebahasaan yang disebabkan oleh faktor sosial (Mahsun, 1995: 18).
Dialektologi ingin memelajari serta membanding-bandingkan bahasa-bahasa yang masih serumpun untuk mencari titik persamaan dan titik-titik perbedaannya. Dialektologi disebut pula variasi bahasa berdasarkan geografi, tetapi hendaknya kita ingat bahwa dialektologi tidak sama dengan studi tentang dialek (Pateda, 1988: 51). Walaupun antara dialektologi dan sosiolinguistik memunyai perbedaan, namun tidak menutup kemungkinan adanya pemanfaatan studi sosiolinguistik dalam kajian dialektologi, seperti dalam memelajari pengaruh antardialek. Selain itu, perbedaan geografis bisa dijelaskan sebagai dasar perbedaan dari sosiolinguitik. Perhatikanlah skema di bawah ini!