Jumat, 24 Mei 2013

Ideologi dalam iklan kopi saset Top Kopi

Mengutip gagasan Aart van Zoest, sebuah teks tidak akan terlepas  dari ideologi dan memiliki kemampuan untuk memanipulasi pembaca (pemirsa) kearah suatu ideologi (1991 : 70)[1]. Dapat dipastikan iklan kopi saset Top Kopi juga tidak akan terlepas dengan muatan ideologi. Bahkan Eriyanto menepatkan ideologi sebagai konsep sentral dalam analisis wacana yang bersifat kritis. Hal ini menurutnya karena teks, percakapan, dan lainnya adalah bentuk praktik ideologi atau percerminan dari ideologi tertentu (Eriyanto, 2001:13)[2]. 
            Ideologi merupakan sebuah sistem ide-ide yang digunakan dalam sebuah komunikasi (dalam hal ini iklan). Raymond Williams (1976, dalam Lull, 1998 : 3) mengatakan bahwa ideologi merupakan himpunan ide-ide yang muncul dari seperangkat kepentingan material tertentu atau secara lebih luas dari sebuah kelas atau kelompok tertentu[3]. Dari asumsi ideologi ini dapat dipatikan bahwa iklan sebagai teks yang bersifat persuasif, tidak akan terlepas dari ide-ide sebuah kelompok tertentu (produsen) yang akan disampaikan kepada pemirsa (masyarakat) untuk menciptakan gerakan konsumsi (konsumerisme).
            Kemudian pertanyaannya dimanakah muatan ideologi yang terdapat dalam iklan kopi saset Top Kopi, sebenarnya kalau kita mau sedikit jeli muatan ideologi itu dapat ditemukan pada slogan yang digunakan dalam iklan ini. Coba kalau kita cermati dalam tampilan iklan kopi saset Top Kopi, Iwan Fals sebagai artis yang membintangi iklan ini, selalu mengucapkan slogan ”Bongkar-Bongkar Budaya Lama, Top Kopi Kopinya Orang Indonesia”. Slogan ini memiliki ide yang terkadung didalamnya, berupa ajakan untuk membongkar budaya lama, ngopi dengan kopi produk selain Top Kopi, untuk beralih kepada kopi saset Top Kopi, karena Top Kopi merupakan kopinya orang Indonesia, sedangkan kopi selain Top Kopi tidak termasut kopi dari Indonesia (khas Indonesia).
Ide yang terkadung dalam slogan ”Bongkar-Bongkar Budaya Lama, Top Kopi Kopinya Orang Indonesia” akan menciptakan dan menumbuhkan sebuah ideologi kepada masyarakata (pemirsa). Dimana slogan ini akan mempengaruhi pikiran pemirsa untuk menjadi manusia yang nasionalis dan cinta kepada produk Indonesia. Dalam hal ini bahasa sangat berperan penting dalam membentuk ideologi, pemilihan kata ”Top Kopi Kopinya Orang Indonesia” bukanlah semata-mata bentuk netral yang tidak ada sebab dan tujuannya. Para produsen (pembuat iklan) sudah merencanakan sedemikian rupa untuk menetukan sebuah kata-kata yang digunakan, untuk menciptakan sebuah ide-ide yang akhirnya menjadi ideologi masyarakat (pemirsa) dengan tujuan untuk menciptakan gerakan konsumsi (konsumerisme).     
            Bahkan jika dilihat fungsi bahasa dalam televisi itu terdiri dari empat macam[4]. Pertama, alat kontrol sosial yaitu mengunakan bahasa halus (eupimisme) untuk digunakan mengkritik dan menyindiri suatu kejadian sosial. Kedua, alat ekspresi diri yaitu pemirsa dapat mempelajari penggunaan bahasa yang benar yang digunakan dalam televisi. Ketiga, alat promosi yaitu bahasa yang menjadi alat permainan dan manipulasi oleh pihak televisi untuk menjual barang produksi kepada pemirsa dalam bentuk iklan. Keempat, alat integrasi dan adaptasi, yaitu peran media televisi dalam paket acaranya menggunakan bahasa Indonesia, benar-benar dapat menginformasikan secara jelas peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Dari poin yang ketiga sudah terlihat jelas bahwa bahasa yang digunakan dalam acara televisi (dalam hal ini iklan) bukanlah hal netral, dia merupakan produk manipulasi untuk menuanggkan ide-ide tertentu untuk mempengaruhi masyarakat, tidak terlepas juga bahasa dalam iklan kopi saset Top Kopi.
            Ideologi yang disebarkan melalui slogan ”Bongkar-Bongkar Budaya Lama, Top Kopi Kopinya Orang Indonesia”, bahkan memang segaja dipilih karena bintang iklannya adalah Iwan Flas, bagaimana tidak kata ”Bongkar-Bongkar” jika dicermati sejatinya sudah tidak asing lagi ditelinga para pengemar Iwan Flas, sebab dia pernah hits dengan lagunya yang berjudul Bongkar. Jadi dapat disimpulkan slogan iklan kopi saset Top Kopi selain untuk menciptakan sebuah ideologi bersifat nasionalis untuk cinta produk Indonesia, dengan ngopi kopi saset Top Kopi, selain itu juga ideologi ini ditujukan kepada para fans Iwan Fals, yang memang diketahui sangat besar jumlahnya, dengan tujuan utama untuk menciptakan gerakan konsumsi (konsumerisme) terhadap Top Kopi.    


[1] Sobur, Alex. 2004. Analisis Teks Media, Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. hal 60
[2] Eriyanto.2001. Analisis Wacana : Pengantar Analisis Teks Media. hal 11
[3] Sobur, Alex. 2004. Analisis Teks Media, Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. hal 64
[4] Kuswadi, Wawan.1996. Komunikasi Massa Sebuah Analisis Media Televisi. Hal 84-85